Re-Talk #06: Menjaga Kewarasan di Era Penuh Ketidakpastian Finansial
- Relive id
- 25 Jul
- 2 menit membaca
Re-Talk #06: Menjaga Kewarasan di Era Penuh Ketidakpastian Finansial

Akhir-akhir ini, timeline media sosial kita terus dibanjiri oleh kabar ekonomi yang kurang menggembirakan. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, lonjakan harga kebutuhan pokok, hingga isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membayangi berbagai sektor kerja. Ketidakpastian finansial global ini perlahan-lahan mulai berdampak terhadap keseharian kita. Maka dari itu, tak heran bahwa banyak diantara kita mulai cemas: “Apakah tabungan saya akan cukup?”, “Bagaimana kalau nanti saya kehilangan pekerjaan?”, atau “Bagaimana nasib finansial saya beberapa bulan ke depan?”.

Pada hari Jumat (17/07/26), Relive Psychological Service Center (bersama Parenta Nagata Sari, S.Psi., co-founder Kelana Jiwa) mengadakan Re-Talk Series #06 yang berjudul “In This Economy: Bagaimana Cara Tetap Tenang Saat Kondisi Keuangan Tidak Pasti?”. Re-Talk merupakan serangkaian acara Talk Show yang diadakan di platform Instagram Live @Relive_id, dimana tim Relive membahas topik-topik seputar kesehatan mental bersama para ahli. Seri ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran terkait kesehatan mental dan menjadi sarana bagi orang-orang yang ingin membenahi kualitas hidupnya (well-being). Pada Re-Talk kali ini, kami membedah bagaimana fenomena ketidakpastian ekonomi dapat mempengaruhi kesehatan mental, dan apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga kewarasan di tengah badai ekonomi.
Kak Agata menyampaikan bahwa secara psikologis, manusia memiliki kecenderungan dasar untuk mencari rasa aman dan kepastian. Ketika kondisi ekonomi berguncang, kita tidak lagi merasa aman, dan otak kita secara otomatis mengantisipasi skenario terburuk. Inilah yang memicu kondisi yang disebut Financial Anxiety: ketika seseorang merasa cemas, khawatir, atau tidak tenang saat memikirkan dan/atau menghadapi kondisi keuangannya.
Sebetulnya, rasa cemas terhadap kecukupan finansial adalah respons yang normal, bahkan sehat dan adaptif apabila rasa cemas tersebut membuat kita menjadi lebih waspada, hemat, dan bijak dalam mengambil keputusan finansial. Namun, hal ini menjadi alarm bahaya jika sudah mulai mendominasi pikiran sepanjang waktu dan sulit dikendalikan.
Strategi Psikologis Mengelola Kecemasan Finansial
Jika mulai merasa cemas, coba ikuti langkah praktis di bawah ini!

Ubah Pertanyaanmu
Ketika muncul pikiran buruk seperti, "Bagaimana kalau penghasilanku tidak cukup?", segera sadari bahwa itu barulah sebuah kecemasan, bukan realitas yang pasti terjadi. Ubah pertanyaan “Bagaimana kalau...?” menjadi “Apa satu langkah kecil yang bisa saya lakukan hari ini?”.
Ambil Jeda dan Tarik Napas
Saat mulai merasa panik, ambil jeda sejenak. Lakukan teknik pernapasan sederhana, tulis poin-poin yang kamu khawatirkan di kertas, atau diskusikan dengan orang yang kamu percayai sebelum mengambil keputusan finansial yang besar.
Buat Perencanaan Keuangan yang Realistis
Perencanaan keuangan memang tidak langsung membuat masalah ekonomi selesai seketika. Namun, memiliki roadmap atau target yang jelas akan memberikan otak kita rasa kepemilikan kontrol, sehingga kecemasan pun akan mereda.
“Kita tidak bisa mengontrol arah perekonomian dunia, tetapi kita selalu punya kendali penuh atas cara kita meresponsnya.”, kutip Kak Agata.
Masalah finansial bukanlah hal kecil. Jika kecemasan finansial mulai mengganggu aktivitas dan kualitas hidupmu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Relive Psychological Service Center hadir dengan layanan konseling untuk membantumu melewati masa-masa sulit ini.

Re-Talk #06: Menjaga Kewarasan di Era Penuh Ketidakpastian Finansial




Komentar